Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT. yang diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an adalah kitab suci umat islam yang berisi pedoman hidup bagi manusia. Al-Qur’an menjadi penyejuk hati, pendamai kegelisahan dan penenang pikiran bagi siapa saja yang membaca dan mendengarkannya. membaca dan mendengarkannya saja kita sudah mendapatkan keistimewaan dan juga pahala yang berlipat-lipat, apalagi jika kita menghafalkannya. MashaAllah….

Siapa umat muslim yang tak ingin menjadi penghafal al-qur’an? Semuanya pasti ingin menjadi penghafal al-qur’an. Diberbagai belahan dunia ini banyak sekali yang berlomba-lomba untuk menjadi penghafal al-qur’an, mereka semua rela meninggalkan keluarganya dikampung halaman untuk memperdalam isi al-qur’an dan menghafalkannya di Pondok Pesantren.

Allah SWT berfirman :

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا  الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar : 17)

(Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran) Kami telah memudahkannya untuk dihafal dan Kami telah mempersiapkannya untuk mudah diingat (maka adakah orang yang mengambil pelajaran?) yang mau mengambilnya sebagai pelajaran dan menghafalnya. Istifham di sini mengandung makna perintah yakni, hafalkanlah Alquran itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat untuk diri kalian. Karena tidak ada orang yang lebih hafal tentang Alquran selain daripada orang yang mengambilnya sebagai nasihat untuk dirinya.

Seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya, banyak sekali orang yang berlomba lomba menjadi penghafal Al-Qur’an, akan tetapi tidak sedikit juga yang menghafalkan hanya karna  ingin dipuji oleh orang lain, mengapa bisa dimikian? Karena mereka hanya ingin kebahagian di dunia, bukan di dunia dan di akhirat.

Para penghafal A-Qur’an itu sebenarnya sedang mengikhtiarkan pahala yang sangat besar akan tetapi banyak sebagian dari mereka yang menyia-nyiakan perjuangannya itu,  karena dihatinya terdapat kesalahan dalam berniat. Mereka menghafalkan Al-Qur’an hanya karena ingin dipandang oleh manusia, Na’udzubillah…

Ikhlaskanlah kuat-kuat, karena menghafalkan A-Qur’an itu adalah kunci utama seluruh ibadah dan muamalah, untuk apa kita menghafalkan Al-Qur’an hanya karena sesuatu yang membahagiakan kita sementara-didunia-  Kesalahan terbesar para penghafal Al-Qur’an ialah ketika ia menghafal hanya karena ingin mendapatkan gelar Al-Hafidz/ah, bebaskan hati kita dari sifat riya’ atau ujub, karna Allah SWT tidak menyukai itu.

Mari kita bersama-sama berusaha menghafalkan Al-Qur’an dengan semata-mata hanya mengharapkan keridhoan Allah SWT.