TANJUNGSARI – Setelah hampir 2 tahun vakum, SMP Plus Al-Aqsha dapat mengikuti kompetisi Futsal “Junior High Competition tahun 2022” yang diselenggarakan oleh guru mata pelajaran (MGMP) PJOK wilayah 1 Sumedang. Kompetisi tersebut diikuti oleh 25 sekolah SMP dengan sistem gugur. Pada pertandingan pertama, SMP Plus Al-Aqsha bertanding melawan SMP IT Nurul Azmi pada babak penyisihian dengan memenangkan pertandingan dengan skor telak 8-0.

Pada pertandingan selanjutnya, SMP Plus Al-Aqsha melawan Ulumul Qur’an dengan hasil skor 3-1. Alhasil tersebut membawakan SMP Plus Al-Aqsha menuju perempatan final. Pertandingan berlanjut dengan menghadapi SMP 1 Negeri Jatinangor dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Berlanjut ke semifinal, SMP Plus Al-Aqsha menghadapi SMP Negeri 2 Tanjungsari, pertandingan tersebut diakhiri dengan kekalahan bagi SMP Plus Al-Aqsha dengan skor 1-3. Walau mengalami kekalahan, SMP Plus Al-Aqsha berhasil meraih juara 3 pada kompetisi “Junior High Competition tahun 2022”.

“Persiapannya minim, dikarenakan anak-anak sudah diliburkan di eksul (futsal) itu, karena menjelang mau ujian jadi tidak terlalu banyak strategi yang saya terapkan, masih ingat hanya 3 kali latihan menjelang kompetisi. Strategi dasar seperti menyerang hanya menerapkan strategi 1-2-1, 1 Anchor, 1 Flank kanan, 1 flank kiri, dan 1 pivot. Startegi bertahannya menerapkan man to man marking,” Kata Coach Imam sebagai pelatih Futsal Al-Aqsha.

Pertandingan Futsal SMP Plus Al-Aqsha di “Junior High Competition 2022

Coach Imam menerangkan, starter yang digunakan adalah tidak adanya pemain inti ataupun cadangan sehingga adanya Rolling pemain disetiap pertandingan. Line up pemain pertama anchornya ada Kamil kelas 9, flank kiri ada Abdul Azis kelas 9, flank kanan ada Rifki Maulana kelas 8, di pivotnya ada Bariq, penjaga gawang ada Rafi Rabbani kelas 8. Untuk Line up yang kedua ada Rafi kelas 9 sebagai anchor, flank kiri Pandita kelas 8, flank kanan Aditya kelas 9, pivot nya ada Zafran terus supersub ada Ariel kelas 8 dan Ilhan kelas 9.

“Dari babak penyisihan sampai semifinal, saya lihat anak-anak bermain dengan baik, cuman karena minim persiapan di pertandingan terakhir semifinal, saya akui anak-anak itu kalah mental karena kurangnya jam terbang, kurangnya uji coba. Jadi pada saat tertinggal gol tuh bingung main jadi kacau, ditambah saya lihat supporter dari SMP Negeri 2 Tanjungsari banyak, jadi anak-anak tidak bisa lepas sehingga performa terbaiknya tidak keluar di semifinal, pada akhirnya SMP Plus Al-Aqsha gagal ke babak berikutnya” kata Coach Futsal SMP Plus Al-Aqsha.

Evalusi bagi Futsal Al-Aqsha adalah ditingkatkan latihannya lagi. Melihat dari pertandingan terakhir, karena kalah mental jadi harapannya anak-anak sudah banyak melakukan uji tanding agar mentalnya terbentuk. “Percuma anak-anak fisik bagus, taktik bagus kalau mentalnya tidak ada, semuanya tidak akan keluar.” Ujarnya. (Muhammad Iqbal Azis)