Jatinangor – Kegiatan Ujian Nadzom kitab Tauhid Aqidatul Awwam dilaksanakan pada pukul 10.00 pagi hari Senin (13/6) di depan kantor Tata Usaha (TU) Pondok Modern Al-Aqsha. Pelaksanaan ujian pelajaran Tauhid ini dilaksanakan pada saat ujian Tahriri santri SMA baik dari kelas X MIA-IIS ataupun XI MIA-IIS. Ujian Tauhid ini berbeda dengan ujian tulis pada umumnya dikarena pada ujian Tauhid ini harus menelaah kitab tersebut sesuai dengan materi yang diajarkan oleh pengajar Tauhid, Fajar Noor Fathanah, S.Ag. yang juga merupakan Staf Pengasuhan Santri. menurutnya, kegiatan tersebut adalah sebagai salah satu bentuk ikhtiar santri dalam menjaga dan menelaah kitab Aqidatul Awwam sekaligus persiapan dalam menghadapi ujian mapel Tauhid di PM Al-Aqsha.

Fajar Habib selaku guru Tauhid menjelaskan, Kitab Aqidatul Awwam merupakan kitab karangan dari Syeikh Ahmad Marzuki Al-Maliki. “Diceritakan Ketika beliau tidur didatangi oleh nabi Muhammad S.A.W yang mengajar sesuatu kepadanya kemudian lahirlah Nadzom dengan judul kitab Aqidatul Awwam, sehingga orang-orang awam (biasa) bisa mempelajari akidah-akidah dasar dari agama Islam,” kata Fajar via Recording Whatsapp. Aqidatul Awwam ini salah satu kitab yang dipelajari untuk mempelajari Ilmu Tauhid.

Kitab Aqidatul Awwam yang diujian di ujian Tulis SMA semester 2

Dalam ujian Tauhid tahun ini, terjadi perubahan, sebelumya ujian tersebut dilaksanakan di luar jam pelajaran pada sore hari, saat ini dilaksanakan bertepatan dengan Ujian SMA. Ujian tersebut dibuka dengan hadirnya Pimpinan Pondok Modern (PM) Al-Aqsha Dr. K.H Mukhlis Aliyudin, M.Ag untuk menguji kemampuan santri dalam menjawab pertanyaan Nadzom Tauhid Aqidatul Awwam. Santri yang dites untuk menjawab pelajaran tersebut adalah Bilal Fatihatul Awwal, Ahmad Naufal Ramadhan, Fahmi Dwi Gunantara ,Exa Putra Sastrawijaya, dan Amisha Nuraina Thahira sebagai santri-santriwati kelas XI. Setelah pembukaan tersebut, kegiatan ujian Nadzom Tauhid Aqidatul Awwam dimulai.

Santriwati SMA sedang memerhatikan pengarahan ujian Nadzom Tauhid Aqidatul Awwam.

“Dan kerennya, anak-anak Al-Aqsha terkhusus SMA ini diwajibkan sudah hafal dan mengerti isi kandungan dan juga bacaan  Aqidatul Kitab Aqidatul Awwam dari Syeikh Ahmad Marzuki Al-Maliki” Jelas Fajar. Untuk penilaian Nadzom kitab Aqidatul Awwam, beberapa penguji dari SMA memberikan penilaian ujian Aqidatul Awwam berdasarkan kelancaran dalam melakukan logat, hafalan yang fasih, dan pemahaman santri terhadap ilmu Aqidatul Awwam. Dengan adanya ujian ini santri dapat memahami kandungan ilmu dari kitab tersebut sebagai landasan Tauhid. (Muhammad Iqbal Azis)