Jatinangor – Liburan Santri dalam rangka merayakan hari Idul Fitri 1443 Hijriyah yang berlangsung mulai hari Rabu (20/4) sampai dengan hari Ahad (15/5) telah usai.

Kegiatan liburan tidak dilakukan secara serentak, namun dijadwal sesuai dengan angkatan kelas putra dan putri. Perpulangan dimulai dari kelas 1 dan 2 putri di pagi hari dan putra di siang hari (20/4), dilanjut dengan kelas 3 dan 4 putri di pagi dan siang santri putra (21/4), dan hari Jum’at (22/4) perpulangan untuk kelas 6 putra dan putri). Sedangkan kelas 5 ada kegiatan mukim (menetap di pondok) sampai dengan lebaran (2/5).
Untuk jadwal kedatangan, dimulai dari kelas 6 (10/5) dikarenakan ada kegiatan bimbel dan persiapan UTBK, kemudian kelas 5 (13/5) sebagai pengurus OPPMA, disambung dengan kelas 3 dan 4 (14/5), dan diakhiri dengan kelas 1 dan 2 (15/5).

Agenda setelah kedatangan santri Al-Aqsha ke Pondok Modern (PM) Al-Aqsha adalah ujian pesantren, yaitu berupa ujian Syafahi (lisan) bagi santri KMMI Kelas 3 SMP yang dilaksanakan selama empat hari (17-20/5) dan dilanjut dengan Ujian Tahriri (tulis) selama tiga hari (21-23/5). Sedangkan bagi santri kelas 2 dan 1 ujian Syafahi akan dilaksanakan pada hari Senin (23/5) sampai dengan hari Selasa (31/5).

Ramai – Suasana pembukaan ujian lisan dan tulis santri SMP Plus Al-Aqsha semester genap 2021-2022

Materi yang diujikan dalam ujian Lisan adalah Al-Quran, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Ketiga pelajaran ini diujikan sebagai tolak ukur kualitas santri dalam menghadapi ujian tulis selanjutnya dan juga sebagai bentuk latihan mental santri untuk berani berbicara.

Untuk mempersiapkan ujian Syafahi santri, diadakannya kegiatan Musamahah. Musamahah merupakan jeda libur ujian lisan yang digunakan sebagai waktu belajar santri dari pagi hingga siang, sehingga santri dapat mematangkan materi yang dipelajari guna untuk menghadapi ujian Syafahi.

Kegiatan ujian lisan ini dilaksanakan dari pukul 07.30 pagi sampai selesai sesuai dengan kebijakan pengujinya masing-masing di setiap ruang ujian. Kegiatan ujian kelas 3 dilaksanakan lebih awal dikarenakan kelas 3 akan menjadi wisudawan-wisudawati SMP Al-Aqsha yang ke 26. Pembagian kelompok ujian syahafi kelas 3 dibagi menjadi 10 kelompok dengan berkisar 12 sampai 14 orang disetiap kelompok. Dengan adanya ujian Syafahi , santri mendapatkan pengalaman dan pendidikan baik berupa ilmu dan mental. (Iqbal Azis).