Jatinangor – Sebagai bekal santri kelas 6 untuk mengajarkan Al-Qur’an, tim Tilawatil Learning Centre dan tim Marwah Wakaf Indonesia berkolaborasi untuk menyelenggarakan pembekalan tentang “Belajar Mengajar Al-Qur’an Metode Tilawati” pada Selasa (21/3/2023) di Aula Putri. kegiatan ini diadakan oleh tim Unit SMA Plus Al-Aqsha sebagai salah satu rentetan agenda untuk santri kelas akhir. Tujuan pembekalan ini diadakan supaya santri dapat memahami dan mengamalkan ilmu metode Tilawati ketika mengabdi di masyarakat.

Penyampaian Materi tentang Metode Tilawati untuk Santri Akhir KMMI.

Pemateri Tilawati yang menjadi mentor dalam kegiatan belajar mengaji bersama adalah Al-Ustadz Hadi Abdillah, S.Pd.I sebagai ketua yayasan Tilawati Learning Centre, Kang Shofyan sebagai Direktur Marwah Wakaf Indonesia dan Al-Ustadz Laelatul Qodar, S.Pd.I sebagai Ketua Ponpes Tahfidz Tilawati Learing Centre.

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Santri Akhir KMMI dalam Acara Tilawati.

Tilawati salah satu metode Al-Qur’an pada yang digagas pada tahun 1993 oleh 4 Kyai di Surabaya, metode ini dibuat karena terjadinya kesulitian ketika mengaji Al-Qur’an dengan lagu, sehingga buku Tilawati dibuat agar mempermudah bagi orang yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar. Materi dalam Tilawati untuk kelas 6 adalah tentang “Metodologi” dan “Lagu”. Untuk tingkatan buku Tilawati ada 6 tingkatan. Lantunan lagu yang digunakan dalam membaca Al-Qur’an adalah Rots sebagai lantunan membaca Al-Qur’an yang paling mendasar.

Alasan penggunaan lagu Rost ini adalah sebagai upaya dalam menjalankan salah satu metode Tilawati diantaranya adalah :

  1. Sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad S.A.W.
  2. Mudah dan menyenangkan.
  3. Mendukung kemudahan dan kebenaran dalam membaca Al-Qur’an.
  4. Otak Seimbang antara otak kanan dan otak kiri.

Praktek Mengajar Metode Tilawati Qur’an oleh Santriwati Akhir KMMI.

Acara dimulai pada pukul 08.00 dengan berfokus untuk menguasai lagu Tilawati dasar sampai jam 15.00, kemudian untuk penguasaan metode mengajar versi Tilawati dimulai dari pukul 16.00 sampai pukul 21.30 sehingga pembekalan dalam pembelajaran Tilawatil Qur’an berdampak bagi santri akhir KMMI dalam mengabdi kepada masyarakat sekitar (Muhammad Iqbal Azis)