CIKUBANG – Alhasil pertandingan sengit uji coba antara SMA Plus Al-Aqsha dan Pondok Pesantren Ulumul Qur’an (UQ) Al-Musthofa berakhir seri. Pertandingan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (12/6) waktu Ashar di Lapangan Sepakbola Cikubang, Sumedang yang berdekatan dengan pesantren (UQ).

Pertandingan diawali dengan kepemimpinan wasit dari UQ untuk menjalankan pertandingan, waktu babak pertama berjalan selama 30 menit. Diawal pertandingan, UQ memainkan tempo menyerang pada babak pertama sehingga SMA Al-Aqsha harus melakukan pertahanan secara intensif terhadap serangan cepat yang dilancarkan oleh UQ. Pada pertengahan babak satu. Salah satu kapten UQ, Iik berhasil mencetak gol dengan tendangan freekick pelan yang membuat kiper Al-Aqsha mati langkah.

Babak pertama diakhiri dengan skor 1-0 untuk UQ, pergantian wasit terjadi antara UQ dengan SMA Plus Al-Aqsha dengan tujuan agar tidak ada keberpihakan dalam pertandingan tersebut. Dibabak  kedua SMA Al-Aqsha melakukan tempo serangan terus menerus terhadap pertahanan UQ. Alhasil pada pertengahan babak kedua tendangan freekick yang dieksekusi oleh Ghani berbuah gol manis sebagai penyeimbang sehingga skor berubah menjadi 1-1.

“Kalau dari segi permainan, babak pertama terbawa ritme oleh lawan (UQ), anak-anak kebawa ritme mereka sehingga tidak mencirikan permainan asli mereka (SMA Plus Al-Aqsha). Dibabak kedua, Alhamdulillah agak mending dari babak pertama, karakter menang mereka (SMA Plus Al-Aqsha) muncul” Jelas Coach Irsyad.k

Solid – Tim Sepak Bola SMA Plus Al-Aqsha berfose Bersama pasca Pertandingan,

Pada babak kedua terjadi tempo serangan counter attack yang dilancarkan oleh kedua tim tersebut. Serangan tersebut terjadi adanya benturan body dan terjadi penyelamatan gawang dari kedua tim baik dari UQ ataupun SMA Al-Aqsha walaupun sering terjadi permainan aggressive dari kedua tim. kedua pelatih dari sekolah tersebut memberikan nasehat pada jalannya pertandingan agar selalu mampu mengendalikan emosi ketika half-time sedang berlangsung dan selalu menerapkan fairplay.

Skorpun tidak berubah selama babak kedua pertandingan dan berakhir dengan skor 1-1. Pada babak kedua SMA Plus Al-Aqsha lebih menguasai jalanya pertandingan pada babak kedua dengan melakukan intensitas penyerangan yang sering menciptakan peluang emas namun belum berbuah hasil gol.

“Untuk permainan saya mengakui karena banyak kekurangan dari UQ, lumayan bagus dari Al-Aqsha pemainannya, kemudian dari postur tubuh (Al-Aqsha) mendukung. Alhamdulillah kita dari UQ masih bisa mempertahankan dan bisa defence untuk permainan ini, dari tim kita masih kekurangan terutama ball possession dengan penguasaan 40 persen dari Al-Aqsha” Kata Coach Faqih.

Man of The Match dalam pertandingan uji coba dari SMA Plus Al-Aqsha adalah Ali. Berdasarkan analisa Coach Irsyad, Ali bermain ngotot dan memiliki motivasi yang tinggi dan sering menciptakan peluang. Sedangakan Man of The Match dari tim UQ menurut Coach Faqih selaku pelatih tim Sepak Bola UQ adah Iik sebagai sang kapten UQ sebagai pencetak gol melalui freekick. Menurutnya, Iik dikategorikan sebagai Man of Match dikarenakan sebagai kapten dan mampu mengatur permainan bagi pemain UQ selama jalannya pertandingan. (Muhammad Iqbal Azis)