JATINANGOR – Seminar Motivasi “Membangun Mental dan Spritual Santri” Bersama Heppy Chandrayana, M.I.Kom. untuk santri SMA yang dilaksanakan di lapangan utama Pondok Modern (PM) Al-Aqsha pada hari Sabtu malam (26/11). Seminar tersebut diadakan oleh Unit SMA Plus Al-Aqsha sebagai wadah untuk meningkatkan semangat santri dalam menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil. Tema yang diusung dalam seminar motivasi tersebut adalah “Kenali Diri Tigkatkan Potensi Untuk Meraih Prestasi”. Tema tersebut memiliki arti yaitu santri harus memiliki emosi dan karakter yang kuat agar tidak mengalami tekanan saat menghadapi ujian serta meningkatkan diri untuk meraih apa yang dicita-citakan.

Semangat Santri SMA dalam mengikuti kegiatan Seminar dimalam hari

Seminar dengan tema “Kenali Diri Tiigkatkan Potensi Untuk Meraih Prestasi” ini dihadiri juga oleh Asatidz dan Ustadzat pembimbing SMA. Al-Ustadz Apip Hadi Susanto M.M  selaku kepala sekolah SMA Plus Al-Aqsha memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan seminar ini dengan didampingi Al-Ustadzah Neneng Syarifah selaku Biro Kesatrian Putri.

Santriwati SMA sedang mengikuti acara Motivasi Training Bersama Heppy Chandra

Heppy Chandrayana adalah Trainer yang memiliki segudang pengalaman dalam bidang Coach of Public Speaking, Television Voice Over (Pengisi suara TV), dan Master of Ceremony (MC) Istana Negara Bogor, Motivator, Broadcasting Workshop, Spiritual Parenting, dan Leadership Motivation. MC Istana Negara ini juga alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, memiliki pengalaman dalam mengisi seminar dan motivasi di berbagai tempat seperti sekolah Umum, Madrasah, pesantren ataupun lembaga lainnya.

Perfotoan Santriwati SMA bersama Heppy Chandrayana selaku Motivator Trainer

Al-Ustadz Heppy Chandra menjelaskan, kunci kesukesan seseorang ketika menghadapi Life Crisis ada dua kunci yang harus dipegang baik-baik, yaitu happiness (kebahagiaan) dan self-confident (percaya diri) yang dikategorikan sebagai olah rasa. selain itu Motivator Parenting tersebut menyampaikan ‘secangkir’ motivasi untuk menghadapi Quarter Life Crisis yaitu “Bahagia itu penting, jangan yang penting Bahagia”. dalam artian kebahagiaan tersebut harus dirasakan secara bersamaan. (Muhammad Iqbal Azis)